Dukungan juga mencakup penyewaan ekskavator, bahan bakar, kebutuhan logistik personel, makanan dan minuman, hingga operasional posko. Selain itu, anggaran dapat digunakan untuk distribusi logistik, evakuasi masyarakat serta pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak kabut asap.
“Bantuan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan penanganan karhutla. Dukungan anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah dan bantuan dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat penanganan di lapangan serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla,’’ ujar Gubernur Kalbar Ria Norsan kepada awak media pada 18 September 2026 lalu.
Anggaran tersebut juga dapat mendukung pemadaman darat, termasuk metode suntik gambut, penyediaan bahan bakar, logistik personel serta kebutuhan posko.
Titik Api Kalbar Masih Terpantau
Penanganan kebakaran di Kalimantan Barat mulai menunjukkan penurunan jumlah titik api, tetapi Kayong Utara dan Ketapang masih menjadi wilayah yang mendapat perhatian.
Pada 18 September 2026, Gubernur Ria Norsan menyebut dua kabupaten tersebut masih menghadapi kebakaran yang belum sepenuhnya padam.
Berdasarkan bahan data Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 20 September 2026, tercatat 98 Titik Api di Kalimantan Barat. Jumlah tersebut turun dibandingkan catatan sebelumnya yang mencapai 107 titik.
Sementara di Kayong Utara, petugas masih menghadapi kebakaran di sejumlah kawasan, termasuk Bukit Peramas dan wilayah Taman Nasional Gunung Palung.***