bisnis

Manajemen Bantah Isu Kebocoran Data Nasabah di Mobile Banking BCA yang Viral, Imbau Waspada Risiko Penipuan Digital

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:35 WIB
Isu klaim kebocoran data nasabah di mobile banking BCA dibantah manajemen. Publik diimbau tetap tenang namun waspada risiko penipuan digital. (Dok. BCA)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Investigasi mendalam yang dilakukan pihak manajemen perseroan memastikan bahwa seluruh data pemilik rekening tetap terlindungi dengan ketat.

Kepastian ini dikeluarkan sebagai respons cepat guna meredam kepanikan publik di jagat maya, menyusul mencuatnya klaim sepihak mengenai aktivitas ilegal peretasan yang menyasar platform keuangan digital terkemuka di tanah air.

Pihak internal perusahaan menegaskan bahwa kabar yang beredar mengenai eksploitasi data tersebut sama sekali tidak valid. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah kabar yang belum terbukti keabsahannya demi menghindari disinformasi yang merugikan.

Baca Juga: Jelang Merger Tiga Bank Daerah, Figur Besar Mulai Berebut Kursi Komisaris BUMD

Dalam rilis yang diterima, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perusahaan telah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap klaim kebocoran tersebut.

BCA menyebut, tidak ada data nasabah yang bocor dari sistem perseroan.

“Kami telah melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tidak ada kebocoran data dari sistem BCA," ujar Hera dalam keterangannya, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Hera juga meminta agar masyarakat tetap tenang dan menegaskan kembali bahwa keamanan dana serta catatan finansial masyarakat merupakan prioritas utama yang selalu dijaga dengan sistem proteksi berlapis.Baca Juga: Adu Mental dan Visi, Kandidat Komisaris Bank Daerah Tasikmalaya Mulai Disaring Ketat

"Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa data nasabah tetap aman," tandasnya.

Sebelumnya, kegaduhan sempat terjadi di media sosial X setelah salah satu akun pemantau aktivitas siber, @DailyDarkWeb, membagikan sebuah tangkapan layar pada Kamis, 21 Mei 2026.

Unggahan tersebut memperlihatkan adanya oknum di sebuah forum jaringan gelap yang mengklaim telah menguasai komoditas data sensitif berupa database kolektif milik pengguna layanan mobile banking BCA di Indonesia.

Baca Juga: Kinerja Industri Jasa Keuangan di Wilayah Priangan Timur Tumbuh Positif

Pihak penjual anonim di dalam forum jaringan gelap itu sesumbar bahwa mereka mengantongi sekitar 890.000 log akses masuk serta 4,9 juta baris informasi data base yang diklaim sebagai milik pengguna mobile banking BCA.

Walau demikian, akun pemantau tersebut dari awal sudah mengingatkan bahwa klaim dari peretas ini masih berupa spekulasi yang kebenarannya sangat meragukan.

Halaman:

Tags

Terkini