Keris ini ternyata bukan pemberian biasa; benda tersebut memiliki keterkaitan dengan roh jahat bernama Ni Larapati (Farmelia Sarah), sosok hantu yang mendiami keris itu.
Sejak menerima keris tersebut, hidup Nugie berubah menjadi mimpi buruk.
Teror mistis tak hanya menimpa dirinya, tetapi juga orang-orang terdekatnya yang mulai tewas satu per satu dalam kondisi mengenaskan.
Konflik dan Klimaks
Nugie mencoba mencari jalan keluar dari kutukan yang memburunya. Namun, semakin keras ia berusaha, semakin dalam ia terjerumus dalam kegelapan.
Kehadirannya mulai dianggap sebagai ancaman oleh penduduk desa yang mencium adanya aura mistis yang mengelilinginya.
Ditambah dengan munculnya perasaan bersalah yang mulai menggerogoti jiwanya, Nugie semakin terseret dalam arus keputusasaan.
Hingga ia menyadari bahwa satu-satunya jalan keluar adalah menghadapi kutukan tersebut secara langsung, dengan mempertaruhkan hidupnya untuk menebus dosa yang telah ia lakukan.
Pesan Film
Dosa Musyrik bukan sekadar film horor yang menyajikan ketakutan melalui penampakan hantu, tetapi juga menawarkan refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga iman dan kepercayaan dalam menghadapi cobaan.
Dengan mengeksplorasi tema dosa syirik, film ini mengajak penonton untuk melihat dampak buruk dari ketergantungan pada hal-hal mistis dan menyimpang.
Di balik teror yang menegangkan, terselip pesan bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, terutama ketika menyangkut kepercayaan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.