Zhao Lusi juga mengungkap bahwa ia mengalami perundungan dan kekerasan fisik oleh seorang guru saat masih bersekolah.
"Saya sering dipukuli di asrama guru selama bimbingan belajar. Saat itu saya pikir dihukum karena nilai jelek adalah hal wajar," jelas Zhao.
Kebiasaan Memendam Perasaan Sendiri
Seiring bertambahnya usia, kebiasaan memendam masalah semakin memperparah kondisinya. Zhao mengaku tidak berani mencari pertolongan ketika mengalami kekerasan bahkan saat ia dewasa.
"Ketika gagal audisi, saya kembali dipukuli. Namun, saya memilih melarikan diri daripada membuat keributan," tuturnya.
"Saya terbiasa menangani segalanya sendiri dan tidak pernah meminta bantuan kepada siapa pun," tambahnya.
Kisah Zhao Lusi mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental dan keberanian untuk melaporkan kekerasan.***