Ia mengaku bahwa keluarganya merekam video dengan izin dari pihak berwenang, seperti polisi dan FBI, selama tetap berada di area publik dan tidak melewati garis kuning.
Cinta mengungkap bahwa ia tidak mengetahui orang yang menegur mereka adalah pemilik rumah.
“Kita juga kira dia videoin rumah karena dia mau kasih tunjuk ke temannya atau sama yang lain,” tulis Cinta.
“Kita mau aja izin ke dia, tapi gimana kita tau kalau dia juga lagi videoin sekitar seperti orang dan ngasih tau ke kita kalau itu rumah in the middle of the video?” tambahnya.
Minta Maaf dan Langsung Pergi
Cinta menegaskan bahwa ia dan keluarganya berulang kali meminta maaf saat kejadian berlangsung dan segera pergi dari lokasi.
“Kami jalan menjauh dan langsung menghapus videonya,” tulisnya.
“Kita juga langsung minta maaf ke orangnya saat itu juga, dia motong videonya dan langsung upload aja,” imbuhnya.
Tidak Masuk ke Ranah Privasi Korban
Dalam klarifikasinya, Cinta menekankan bahwa keluarganya hanya berdiri di area publik, yaitu di trotoar, dan tidak memasuki properti milik korban.
“Seperti yang kalian lihat, video juga di-crop sama dia sendiri,” jelas Cinta.
“Dia bilang kami di propertinya, fakta dan realitanya, kami tidak di area properti miliknya, kami berdiri di trotoar, bukan di dalam rumahnya,” imbuhnya.