Menurut Vidi, stres menjadi salah satu tantangan terbesar dalam perjuangannya melawan kanker.
"So apa pun stres yang ada di hidup gue itu sebaiknya, katanya, harusnya dihilangkan. Tapi kan you know, it's not, you know hidup itu kan nggak kayak gitu ya. Kayak pasti hidup itu pasti ada stresnya gitu," tuturnya.
Saat ini, ia tengah berusaha mengatur stres agar kondisinya tetap stabil.
"Tapi penyakit gue ini kalau misalnya stresnya itu tinggi, inflamasinya pun tinggi. Jadi agak-agak lumayan bingung hidup enggak ada stres gimana ya guys gitu. Si Vidi ini masih mencari cara untuk terus bisa me-manage stres," ucapnya.
Sampai Kapan Penderita Kanker Harus Menjalani Kemoterapi?
Dalam pengobatan kanker, kemoterapi menjadi salah satu prosedur utama yang bertujuan membunuh sel kanker agar tidak menyebar ke organ lain.
Dengan begitu, tingkat keparahan penyakit dapat dikendalikan, dan kualitas hidup pasien meningkat.
Namun, durasi kemoterapi tidak bisa disamakan bagi setiap pasien.
Faktor seperti jenis, stadium, dan lokasi kanker berperan dalam menentukan lamanya pengobatan.
Oleh karena itu, pemeriksaan rutin oleh dokter sangat penting untuk menentukan jumlah siklus kemoterapi yang dibutuhkan.
Secara umum, kemoterapi dilakukan dalam sistem siklus, yaitu pemberian obat dalam jangka waktu tertentu dengan jeda di antaranya.
Beberapa jenis kanker membutuhkan hingga enam siklus kemoterapi, yang bisa dikombinasikan dengan terapi lain seperti radioterapi.