Ia kemudian dijatuhi hukuman delapan bulan penjara, tetapi sebagian masa hukumannya dijalani melalui rehabilitasi di Cibubur, Jakarta Timur.
Kini, tujuh tahun setelah kasus terakhirnya, Fariz RM kembali tersandung perkara narkotika. Pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.
Pengakuan Fariz RM tentang Kecanduannya
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Metro TV pada 17 Desember 2021, Fariz RM secara terbuka mengungkapkan bahwa ia telah lama bergelut dengan ketergantungan narkoba.
"Aku benar-benar drugs man banget. 14 tahun kecanduan morfin dan heroin, 14 tahun," ungkapnya.
Fariz juga mengakui bahwa dirinya telah menggunakan ganja dan narkotika selama 40 tahun.
"40 tahun aku hidup dengan ganja dan narkotik. 3 kasus penangkapan narkotika, 2 kali dipenjara, 1 kali rehabilitasi," tambahnya.
Namun, ia menegaskan bahwa meskipun memiliki riwayat panjang sebagai pengguna, ia tidak pernah mengonsumsi narkoba saat bekerja.
Menurutnya, ia selalu ingin berkarya dalam kondisi pikiran yang jernih.
"Tapi aku bukan orang goblok. Aku tidak pernah pakai drugs untuk berkarya. Karena aku selalu berpandangan, untuk menghasilkan karya yang baik dibutuhkan 100 persen otak. Otak manusia adalah hal terhebat yang dibuat Tuhan untuk menciptakan sesuatu yang bisa dilihat orang," ujarnya.
Selain itu, Fariz RM juga pernah menyebut bahwa ia selalu berhati-hati dalam menjaga reputasinya.
"Saya kerja buat pertelevisian, periklanan, saya kerja buat real estate, saya mengajar. Itu saya enggak pernah pakai begituan,” jelasnya dalam wawancara di YouTube Merry Riana.