Tak hanya menghadapi omongan pedas warga, mereka juga harus menyaksikan usaha keluarga perlahan sekarat karena stigma.
Dalam satu momen penuh keputusasaan, pasangan ini secara tidak sengaja menemukan seorang bayi yang terlantar.
Alih-alih menyerahkan bayi tersebut ke pihak berwenang, Murni dan Luki justru memilih langkah yang nekat: berpura-pura bahwa Murni sedang hamil dan bayi itu adalah anak kandung mereka.
Keputusan gila ini mereka ambil demi menjaga nama baik keluarga dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap toko jamu mereka.
Namun, tentu saja skenario ini tidak berjalan semulus rencana. Mulai dari tetangga usil, kecurigaan warga, hingga rahasia yang nyaris terbongkar membuat hidup mereka jadi lebih rumit dari sebelumnya.
Di sinilah letak kekuatan film ini, dengan menghadirkan dinamika keluarga dan tekanan sosial dengan cara yang jenaka namun menyentuh.
Parade Bintang Komedi
Film berdurasi 1 jam 57 menit ini menghadirkan deretan aktor dan aktris papan atas Indonesia seperti Ayushita, Dennis Adhiswara, Asri Welas, hingga komedian Bayu Skak sendiri.
Nama-nama lain seperti Firza Valaza, Devina Aureel, Furry Setya Raharja, hingga legenda keroncong Sundari Soekotjo yang berperan sebagai Ibu Tin, menambah warna unik dalam setiap adegan.
Diproduksi oleh Skak Studios dan Tobali Putra Production, film ini menggunakan dialog penuh kearifan lokal dengan nuansa budaya Jawa yang kental.
Tidak hanya menjadi hiburan, Cocote Tonggo juga menjadi refleksi atas betapa kuatnya pengaruh “omongan tetangga” terhadap keputusan hidup seseorang.
Detail Film: