Soal pilihan waktu pernikahan di Bali, Luna mengaku bahwa awalnya mereka sempat mempertimbangkan waktu lain, namun jadwal pekerjaan yang padat membuat mereka harus menyesuaikan diri.
"Rencana awalnya bukan bulan Mei. Tapi karena di bulan itu aku punya waktu luang beberapa hari, akhirnya kami putuskan untuk menikah saat itu," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa konsep pernikahan mereka memang dirancang sederhana dan intim, bukan perayaan besar-besaran.
“Memang dari awal niatnya intimate aja, bukan sesuatu yang mewah. Cuma sekitar 200 undangan,” tutup Luna.
Kini, publik pun menantikan seperti apa suasana resepsi pernikahan mereka di Jakarta yang akan digelar dalam skala lebih besar.***