Aliando Syarief tampil sebagai Dierja, sosok laki-laki yang memiliki hubungan misterius dengan Kenar dan Desa Kelawangin.
Dierja bukan hanya tokoh pelindung, tetapi juga penjaga warisan rahasia masa lalu desa yang kini mulai menyeruak ke permukaan.
Hubungan emosional antara Dierja dan Kenar memberikan dimensi baru dalam cerita, menjadikan horor dalam Narik Sukmo tak hanya tentang ketakutan, tetapi juga pengorbanan dan pencarian makna.
Menggali Luka Lama: Masa Lalu Kelam Desa yang Terlupakan
Dalam perjalanannya, Kenar mulai menyadari bahwa teror yang dialaminya bukanlah tanpa sebab. Desa Kelawangin menyimpan konflik lama yang belum tuntas.
Suara-suara bisu dari masa lalu mulai menyuarakan luka yang telah lama dipendam, menjadikan Kenar kunci untuk membuka dan menyelesaikan semuanya.
Konflik masa lalu yang membalut desa ini menjadi jantung ketegangan film, menyajikan pesan bahwa sejarah yang disembunyikan bisa menjadi bayangan yang menghantui masa kini.
Pemeran Pendukung Lengkapkan Dunia Supranatural Narik Sukmo
Selain Febby dan Aliando, film ini turut diperkuat oleh Dea Annisa, Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Kinaryosih, Yama Carlos, Maryam Supraba, dan Elly Lutan.
Membawa Nafas Baru untuk Horor Indonesia
Dengan menggabungkan kekuatan cerita, visual budaya, dan ketegangan psikologis, Narik Sukmo hadir sebagai bukti bahwa horor Indonesia terus berkembang.
Produser berharap film ini bisa memberikan pengalaman sinematik yang berbeda dan bermakna bagi penonton.
Tak sekadar menghadirkan rasa takut, Narik Sukmo juga mengajak penonton merefleksi—bahwa ketenangan batin hanya bisa ditemukan jika berani menghadapi luka yang pernah dikubur dalam.