“Undangan tersebut adalah sebagai klarifikasi atas video yang beredar di medsos,” jelasnya.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami dugaan pelanggaran dalam promosi tersebut dan menyatakan akan bertindak tegas bila ditemukan pelanggaran oleh pihak pemilik toko.
“Kalau memang ada suatu pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik salah satu toko miras ini pastinya nanti akan dilakukan penindakan tegas,” tandasnya.
Konten promosi King Abdi kini menjadi peringatan penting bagi para influencer lainnya untuk lebih berhati-hati dalam membuat konten di ruang digital yang sangat sensitif terhadap isu moral dan hukum.***