"Gue tidak membela, karena salah ya salah. Gue hanya ingin mereka tau, kalian semua tau. Tuhan sayang kalian semua," katanya.
Denny menutup pernyataannya dengan pesan reflektif, bahwa kejujuran—meski menyakitkan—adalah satu-satunya jalan menuju perbaikan diri.
"Nasi sudah jadi bubur, makan bubur itu, karena perlu tenaga untuk menjadi lebih baik. Pembelaan dan pembenaran hanya akan memperburuk, tapi kejujuran walau pahit itu adalah obat," tutupnya.***