entertainment

Viral Pria Ganti Nama Sound Horeg Jadi Sound Karnaval Indonesia, Netizen Sebut Ganti Nama Tak Hilangkan Kebisingan!

Rabu, 30 Juli 2025 | 20:42 WIB
Viral sekelompok pria menyatakan perubahan nama sound horeg menjadi sound karnaval Indonesia. (Dok. Medsos)

Mediapriangan.com - Video yang menampilkan sekelompok pria mengganti istilah sound horeg menjadi sound karnaval Indonesia tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Tayangan itu diunggah akun X (sebelumnya Twitter) @Pai_C1 pada Rabu, 30 Juli 2025, dan langsung viral.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak sejumlah pria berdiri di atas panggung dan menyampaikan pengumuman pergantian nama. Meski begitu, lokasi dan identitas mereka belum diketahui secara pasti.

Baca Juga: Viral Video Festival Sound di India, Tenda Dibongkar Paksa! Warganet, Mirip Sound Horeg Saat Hajatan di Indonesia

"Karena situasi yang sudah seperti ini, kita dari teman-teman sound daripada persepsinya nanti salah semua, maka sound-nya yang horeg itu kita ganti menjadi sound karnaval Indonesia," ujar salah satu pria dalam video tersebut.

Pernyataan itu memicu reaksi warganet. Sebagian menganggap perubahan nama hanya kosmetik semata dan tidak menyelesaikan persoalan kebisingan yang kerap ditimbulkan pertunjukan keliling tersebut.

"Perketat aturan tingkat kebisingan suara," komentar akun @qi*****k menanggapi unggahan tersebut.

Baca Juga: Heboh! Halaman Rumah Warga Pasuruan Jadi Parkiran Liar Penonton Sound Horeg, Mobil Pemilik Rumah Diblokir

Istilah sound horeg sendiri merujuk pada penggunaan sistem suara dengan volume tinggi dalam pertunjukan keliling.

Meski disebut sebagai hiburan rakyat oleh sebagian orang, banyak pula yang merasa terganggu dengan intensitas suaranya yang ekstrem.

Fenomena ini terus memicu perdebatan, apalagi tanpa adanya regulasi tegas terkait batas kebisingan di ruang publik.

Baca Juga: Fatwa Haram Sound Horeg Jadi Sorotan Nasional, MUI Pusat Minta Pemerintah Bertindak Tegas Demi Lindungi Masyarakat

Perubahan nama menjadi sound karnaval Indonesia dinilai sebagian orang sebagai langkah rebranding semata untuk memperhalus citra.

Apakah langkah ini cukup meredam polemik di masyarakat atau hanya menjadi bentuk pembelaan dari komunitas pengguna sound system? Warganet tampaknya masih skeptis.***

Tags

Terkini