"Aku ikut temani Onad pada saat itu, karena dari dulu ke mana pun dia pergi, aku selalu ikut, tanya saja teman-teman dekatnya," tuturnya.
"Ke mana pun dia, aku ikut, apalagi kasus seperti ini," imbuh Beby.
Lebih jauh, Beby Prisillia mengungkap alasan personal yang membuatnya enggan meninggalkan Onad sendirian. Ia merasa sang suami belum mampu menghadapi tekanan besar secara mandiri, terutama saat terjerat kasus narkoba dan harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.
"Aku menemani dia seharian, karena aku merasa dia (Onad) tidak mandiri," terang Beby.
Pernyataan itu dibenarkan oleh Onad yang mengakui sempat meminta Beby untuk tidak ikut terbebani oleh urusannya. Namun, Beby tetap memilih berada di sisinya selama proses kasus narkoba berlangsung.
"Iya, aku sempat bilang, biarkan aku saja yang selesaikan semua urusannya, tapi dia bilang 'aku harus ikut', gitu," timpal Onad.
Bagi Beby Prisillia, mendampingi Onad bukan sekadar kewajiban sebagai istri, melainkan bentuk keyakinan bahwa kehadirannya sangat dibutuhkan di masa sulit tersebut.
"Iya, karena bagi aku, apapun yang terjadi, aku ingin ada di samping dia," terang Beby.
"Kalau nggak begitu, dia nggak akan kuat, dia nggak bisa mandiri," tukasnya.***