Lebih lanjut, ibunda Keisya Levronka menjelaskan dampak panjang dari kecelakaan kampus tersebut terhadap kondisi fisik putranya.
"Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat," jelasnya.
"Dia sekarang harus menggunakan kasur decubitus untuk kenyamanan tulang ekornya," tambah Levi.
Setelah kisah kecelakaan kampus adik Keisya Levronka viral, pihak kampus dan organisasi terkait akhirnya memberikan respons. Ibunda Keisya Levronka mengakui sudah ada komunikasi lanjutan dan pertemuan untuk membahas penyelesaian.
Baca Juga: Pejabat dari Kementerian Masuk Pemkab Tasikmalaya, Dinas Pendidikan Dipimpin Figur Nasional
"Sudah ada respons baik dan terima kasih itikad baiknya," terang Levi dalam Instagram Story pada Senin, 2 Februari 2026.
Meski demikian, ibunda Keisya Levronka menyebut tawaran yang diberikan belum sebanding dengan beban material dan nonmaterial yang telah ditanggung keluarga selama dua tahun terakhir.
"Dan kami belum bisa menerima penawaran tersebut," tutur Levi.
"Semoga pertemuan selanjutnya sudah ada titik temu. Terima kasih doa and support-nya," tandasnya.***