JAKARTA, Mediapriangan.com - Media sosial sempat ramai membicarakan langkah Prilly Latuconsina yang menyematkan badge #OpenToWork di akun LinkedIn miliknya.
Keputusan ini muncul setelah Prilly Latuconsina meninggalkan rumah produksi Sinemaku Pictures, menandai fase baru dalam perjalanan kariernya.
Respons publik beragam. Banyak warganet mendukung Prilly Latuconsina yang berani menjajal pengalaman baru di luar dunia artis.
Prilly menegaskan bahwa langkah ini untuk memperluas jejaring profesional dan membuka peluang kolaborasi.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Tabayyun ke MUI, Komitmen Perbaiki Materi Mens Rea Disorot Publik
“Ini bukan untuk mengambil kesempatan siapa pun, tapi sebagai bagian proses belajarku dan upaya untuk bertumbuh,” ujar Prilly Latuconsina.
Meski mendapat dukungan, muncul dugaan bahwa langkah Prilly Latuconsina terkait #OpenToWork hanyalah bagian dari kampanye brand pasta gigi yang ia wakili sebagai brand ambassador.
Dugaan ini memicu reaksi negatif dari warganet, yang menilai hal tersebut sebagai gimmick dan merugikan pencari kerja.
Menyikapi kontroversi tersebut, Prilly Latuconsina mengunggah video permintaan maaf pada Selasa, 3 Februari 2025.
Baca Juga: Boneka Kuda Menangis Mendadak Laris Jelang Imlek 2026, Ekspresi Murungnya Justru Bikin Relate
Dalam video itu, ia menegaskan niatnya untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan menanggung konsekuensi dari misinterpretasi publik.
“Aku paham kalau situasi ini memunculkan banyak reaksi dan emosi. Aku juga mengerti kenapa sebagian dari kalian merasa marah, kecewa, atau nggak nyaman,” ucap Prilly Latuconsina.
“Aku minta maaf dengan tulus kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa nggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan yang ingin aku ciptakan,” tambahnya.
“Aku ingin menegaskan bahwa sejak awal aku tidak berniat untuk bersikap tidak sensitif, apalagi tidak empati dengan situasi yang sedang dihadapi orang-orang saat ini,” lanjut Prilly Latuconsina.