JAKARTA, Mediapriangan.com - Industri perfilman nasional kembali menghadirkan warna baru melalui Pelangi di Mars, sebuah film sci-fi Indonesia yang dijadwalkan tayang pada momen Lebaran 2026.
Film Pelangi di Mars menjadi salah satu tontonan yang mencuri perhatian karena mengangkat tema masa depan dengan sentuhan visual animasi penuh yang jarang dihadirkan dalam produksi lokal.
Kehadiran Pelangi di Mars pada Lebaran 2026 sekaligus menandai upaya sineas Indonesia dalam mengeksplorasi genre fiksi ilmiah secara lebih serius.
Tidak hanya mengandalkan cerita petualangan, film ini juga membawa isu penting tentang krisis air yang diproyeksikan terjadi di masa mendatang.
Sinopsis Film Pelangi di Mars
Sinopsis film ini berlatar tahun 2100, ketika bumi menghadapi kondisi darurat akibat krisis air yang semakin parah.
Situasi tersebut memaksa manusia mencari alternatif kehidupan di luar planet bumi, termasuk menjadikan Mars sebagai tempat harapan baru.
Dalam alur sinopsis, cerita berpusat pada sosok Pelangi, seorang gadis berusia 12 tahun yang menjadi manusia pertama lahir dan tumbuh di planet Mars.
Pelangi harus menjalani kehidupan yang tidak mudah setelah kehilangan ibunya, dengan ditemani oleh sekelompok robot tua yang membantunya bertahan hidup.
Perjalanan Pelangi kemudian berkembang menjadi misi besar untuk menemukan Zeolith Omega, mineral langka yang diyakini mampu memurnikan air.
Misi ini menjadi titik penting dalam upaya menyelamatkan umat manusia dari ancaman krisis air yang semakin nyata.