Mediapriangan.com - Di tengah derasnya tren baru yang muncul setiap hari, banyak orang merasa takut ketinggalan alias fear of missing out (FOMO).
Namun, kini mulai dikenalkan konsep joy of missing out (JOMO) yang justru mengajak menikmati hidup tanpa terjebak tekanan mengikuti semua tren.
Berbeda dengan FOMO yang didorong rasa khawatir tertinggal dari orang lain, JOMO berfokus pada kebahagiaan pribadi.
Baca Juga: Tren Shampoo Non-SLS Meningkat, Pilihan Aman untuk Kulit Sensitif dan Rambut Lebih Lembut di 2025
Konsep ini menekankan bahwa kesenangan tidak selalu harus datang dari hal-hal yang sedang populer, melainkan dari hal-hal yang benar-benar kita sukai.
JOMO juga berarti puas dengan apa yang dimiliki sekarang, tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain.
Meski terdengar sederhana, beralih dari FOMO ke JOMO tidak selalu mudah. Ada beberapa langkah yang bisa membantu proses ini.
Kurangi penggunaan media sosial
Buat jadwal jelas kapan boleh membuka media sosial dan kapan harus berhenti. Misalnya, hanya membuka media sosial di jam tertentu dan menghindarinya menjelang tidur, bahkan ketika sulit memejamkan mata.
Waktu tanpa media sosial bisa diisi dengan membaca buku, beristirahat, atau aktivitas lain yang menenangkan.
Mulai berani menolak
Menolak ajakan hangout yang dilakukan berhari-hari berturut-turut bisa membantu menjaga energi dan keuangan. Terlalu sering keluar rumah demi tren justru bisa mengurangi rasa senang itu sendiri.