Mediapriangan.com - Aktivitas membaca, menulis serta menatap layar komputer dalam waktu lama telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Bagi penulis dan pekerja digital, layar komputer dan gawai lainnya menjadi sarana utama dalam menjalankan pekerjaan.
Kondisi ini membuat keluhan mata lelah semakin sering muncul, terutama ketika jam kerja menuntut fokus dalam durasi panjang. Mata lelah biasanya ditandai dengan rasa perih, pegal, atau sepet. Keluhan ini kian marak seiring meningkatnya penggunaan komputer atau gawai dalam dunia kerja.
Tidak sedikit pekerja yang menganggap mata lelah sebagai hal biasa, padahal kondisi ini dapat menjadi tanda awal gangguan penglihatan yang lebih serius. Dalam dunia kesehatan, mata lelah dikenal sebagai bagian dari Computer Vision Syndrome.
Computer Vision Syndrome merupakan kumpulan gejala gangguan penglihatan akibat paparan layar komputer secara terus menerus. Sejumlah studi menunjukkan banyak pekerja yang menggunakan komputer mengalami gejala Computer Vision Syndrome dalam berbagai tingkat keparahan.
Dampak Computer Vision Syndrome tidak hanya terbatas pada mata lelah. Kondisi ini juga berkaitan dengan kelelahan fisik, penurunan produktivitas kerja, serta meningkatnya kesalahan dalam menyelesaikan tugas.
Gejala ringan seperti mata merah dan mata berkedut sering kali menjadi sinyal awal bahwa mata mengalami tekanan berlebih.
Ada beberapa faktor yang memicu mata lelah akibat Computer Vision Syndrome. Pencahayaan ruangan yang terlalu terang atau terlalu redup dapat memaksa mata bekerja lebih keras.
Waktu penggunaan layar komputer yang panjang tanpa jeda mengurangi frekuensi berkedip, sehingga mata menjadi kering dan mudah iritasi. Selain itu, posisi dan jarak layar yang kurang tepat, pengaturan kontras yang tidak optimal, serta udara ruangan yang kering turut memperburuk kondisi mata lelah.
Untuk mengurangi risiko Computer Vision Syndrome, sejumlah langkah pencegahan dapat dilakukan. Aturan 20 20 20 menjadi salah satu cara sederhana, yaitu mengalihkan pandangan dari layar komputer setiap 20 menit ke objek berjarak sekitar 6 meter selama 20 detik.
Baca Juga: Deodoran atau Body Mist? Kenali Perbedaan dan Pilih yang Tepat Sesuai Rutinitas Harianmu
Penyesuaian pencahayaan ruangan, pengaturan posisi layar pada jarak 50 hingga 100 sentimeter dari mata, serta kebiasaan sering berkedip juga membantu menjaga kesehatan mata.
Penggunaan kacamata khusus komputer dengan lapisan anti reflektif atau filter cahaya biru dapat membantu mengurangi ketegangan mata. Menjaga kelembapan udara di ruang kerja juga penting, terutama bagi pekerja yang berada di ruangan ber pendingin udara, guna mencegah mata kering.