gaya-hidup

Bukan Flu Biasa, Demam 40 Derajat Bisa Jadi Tanda Influenza A, Kenali Gejalanya

Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:36 WIB
Foto ilustrasi gejala Influenza A yang dapat ditandai dengan demam tinggi, nyeri otot, batuk, pilek, sakit kepala, dan kelelahan. (Magnific)

 

Mediapriangan.com - Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba hingga mencapai 40 derajat Celsius menjadi salah satu ciri yang perlu diperhatikan ketika seseorang mengalami Influenza A.

Selain demam tinggi, penderita dapat merasakan tubuh pegal atau nyeri otot, sakit kepala, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga kelelahan. Rangkaian keluhan tersebut umumnya muncul secara mendadak.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, dr. M Edwin Widyanto Daniwijaya, Ph.D., Sp.MK, menjelaskan karakteristik Influenza A melalui kanal YouTube Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta.

Baca Juga: FK TAGANA Kabupaten Tasikmalaya Salurkan 6.000 Liter Air Bersih ke Warga Cisayong

Penjelasan mengenai penyakit tersebut disampaikan dalam video yang ditayangkan pada 25 September 2026. Edwin mengatakan, terdapat kemiripan antara Influenza A dan flu pada umumnya, tetapi demam pada Influenza A dapat muncul lebih tiba-tiba dengan suhu tubuh yang lebih tinggi.

“Sebenarnya flu Influenza A itu kurang lebih sama seperti flu-nya, tapi dia memiliki perbedaan sedikit dengan suhu tubuh yang lebih mendadak tinggi,” ujar Edwin.

Berdasarkan penjelasan tersebut, demam akibat Influenza A dapat berada pada kisaran 38 hingga 40 derajat Celsius. Kondisi itu bisa bersamaan dengan nyeri otot yang membuat tubuh terasa pegal.

Baca Juga: Megawati Hangestri Jadi Wakil Hyundai Hillstate di Media Day, Tanda Peran Penting Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Keluhan lain seperti batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala dan rasa lelah juga dapat menyertai gejala Influenza A. Karena kemunculannya cenderung tiba-tiba, kondisi ini perlu dibedakan dari keluhan flu biasa.

Meski demikian, seseorang yang mengalami Influenza A tidak perlu langsung panik. Sebagian besar penderita dapat mengalami pemulihan dalam hitungan hari hingga kurang dari dua minggu.

Selama masa pemulihan, istirahat yang cukup menjadi salah satu langkah penting. Asupan cairan juga perlu dijaga untuk membantu mencegah kekurangan cairan ketika tubuh mengalami demam.

Baca Juga: Jelang KOVO Cup 2026, Kim Hee Jin Ungkap Rahasia Megawati Hangestri yang Bisa Jadi Senjata Hyundai Hillstate

Penderita juga disarankan membatasi kontak dekat dengan orang lain selama masih mengalami gejala. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan, terutama kepada orang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Halaman:

Tags

Terkini