Edwin mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama ketika demam disertai keluhan pernapasan atau kondisi tubuh yang semakin menurun.
“Bagi sahabat semua bila menemukan gejala yang demam ataupun mulai pilek ataupun yang merasa pegel-pegel, sakit kepala, segera periksa ke layanan kesehatan,” katanya.
Pemeriksaan medis menjadi semakin penting bagi kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi. Mereka antara lain lanjut usia, anak-anak, ibu hamil serta orang yang memiliki penyakit kronis tertentu.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat antivirus. Pengobatan tersebut memiliki manfaat paling optimal apabila diberikan sedini mungkin, terutama pada satu hingga dua hari pertama sejak gejala muncul.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan antibiotik. Obat tersebut tidak digunakan untuk menangani Influenza A karena penyebabnya merupakan virus, bukan bakteri. Pengobatan sebaiknya diberikan berdasarkan kondisi pasien dan anjuran tenaga kesehatan.
Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Mental Block Timnas Runtuh Setelah Taklukkan Thailand
Masyarakat juga perlu segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami sesak atau kesulitan bernapas, nyeri maupun tekanan di dada, kebingungan, dehidrasi atau kelemahan berat.
Perhatian khusus juga diperlukan ketika kondisi sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk. Situasi tersebut dapat menjadi tanda bahwa penderita membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan memahami gejala Influenza A, masyarakat dapat lebih cepat mengenali perubahan kondisi tubuh dan menentukan kapan harus mendapatkan pemeriksaan medis.***