Pada set kedua, Pink Spiders mulai menunjukkan kemajuan dalam menyesuaikan diri dengan gaya permainan Red Sparks.
Peningkatan komunikasi antar pemain Pink Spiders terlihat lebih baik, membuat pertandingan semakin ketat dibandingkan set pertama.
Kim Yeon-koung tampil cemerlang, dan Pink Spiders berhasil menciptakan keunggulan empat poin, membuat Red Sparks tertinggal 11-15.
Namun, penurunan pertahanan Red Sparks menyebabkan mereka harus menutup set kedua dengan kekalahan 20-25.
Di set ketiga, para pemain Pink Spiders menunjukkan pertahanan yang solid. Skema serangan dari Red Sparks dapat dibaca dengan baik oleh Kim Yeon-koung dan timnya.
Barikade blok yang dibangun Pink Spiders terbukti efektif dalam mencegah serangan dari Red Sparks.
Pelatih Pink Spiders, Marcello Abbodanza, bahkan memberi pujian untuk performa luar biasa timnya. Sayangnya, Red Sparks kembali mengalami kekalahan di set ketiga dengan skor 23-25.
Penampilan para pemain Red Sparks tak kunjung membaik saat memasuki set keempat. Dari sisi menyerang maupun bertahan, mereka sering melakukan kesalahan.
Sekali lagi, cross spike yang dilakukan oleh Megawati berhasil diblok oleh pemain Pink Spiders.
Di tengah set keempat, Megawati ditarik keluar karena minimnya umpan yang diterimanya. Strategi pelatih Ko Hee-jin terbukti berhasil.
Mengandalkan Bukilic, Red Sparks berhasil melakukan kebangkitan dan menutup set keempat dengan kemenangan 25-20.
Megawati dimasukkan kembali pada set kelima. Dalam duel yang ketat, Red Sparks menunjukkan kemampuan untuk kembali bangkit di poin-poin kritis.