Seorang warganet menulis, “Untuk pertandingan melawan Jepang nanti, para warga Korea di Indonesia akan hadir di GBK, menyuarakan dukungan penuh untuk Indonesia,”
Unggahannya diikuti banyak komentar yang merujuk pada sejarah panjang yang membuat warga Korea menyimpan “dendam” terhadap Jepang.
Komentar-komentar tersebut mencerminkan luka sejarah yang masih terasa hingga saat ini.
Misalnya, seorang warganet menulis, “Ini mungkin bentuk dendam terselubung, ayo bersatu untuk mendukung lawan Jepang.”
Kilasan Sejarah Kelam di Balik Hubungan Korea dan Jepang
Berbagai catatan sejarah mengungkapkan bagaimana bangsa Korea mengalami masa sulit di bawah penjajahan Jepang.
Salah satu peristiwa penting adalah peralihan kekuasaan dari Dinasti Joseon, yang berlangsung hingga akhir abad ke-19.
Jepang, yang sedang mengembangkan industrinya secara besar-besaran, sangat memerlukan sumber daya dan mulai merangsek masuk ke Korea dengan menerapkan kebijakan modernisasi.
Pada tahun 1876, melalui Perjanjian Pulau Ganghwa, Jepang memaksa Korea membuka beberapa pelabuhan untuk kepentingan perdagangan Jepang.
Ini merupakan salah satu langkah awal yang memperlihatkan niat Jepang untuk mengendalikan Korea.
Pengaruh Jepang semakin dalam setelah kekalahan Tiongkok dalam Perang Sino-Jepang pertama, dan mereka menyingkirkan tokoh-tokoh anti-Jepang di Korea, termasuk Ratu Min, yang dengan keras menentang pengaruh Jepang di tanah Korea.