olahraga

Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2024, Coach Justin Kritik STY Gagal Bentuk Sistem Permainan Pemain Muda

Senin, 23 Desember 2024 | 08:33 WIB
Coach Justin kritik bentuk sistem permainan pemain muda Timnas Indonesia yang diracik STY setelah dari Piala AFF 2024.   (Instagram.com/@coachjustinl)

 

Mediapriangan.com - Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF atau ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 berakhir mengecewakan.

Setelah Timnas Indonesia kalah tipis 0-1 dari Filipina di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu, 21 Desember 2024, peluang tim Garuda untuk melaju ke babak semifinal pun sirna.

Kekalahan Timnas Indonesia menuai berbagai pandangan, termasuk dari pengamat sepak bola Justinus Lhaksana, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Coach Justin.

"Kita kesampingkan bicara soal skor dari sejumlah laga di Piala AFF. Yang jelas, dari sisi permainan, Coach Shin Tae-yong (STY) gagal dalam membentuk sistem dengan pemain muda ini. Pola bermain yang diracik STY tidak terlihat," ujar Coach Justin dalam wawancara di Jakarta, Minggu, 22 Desember 2024.

Baca Juga: Kronologi Cedera Gegar Otak Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner Usai Bertanding di Tim U-21 Wolverhampton Wanderers

Sorotan Performa di Piala AFF

Menurut Coach Justin, performa terbaik Timnas Indonesia di turnamen ini hanya terlihat saat melawan Vietnam.

Dalam laga tersebut, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam semangat juang dan akurasi passing, meskipun konsistensi tersebut tidak terjaga di pertandingan lainnya.

"Saat melawan Vietnam, terlihat fighting spirit tinggi dari sepak mula. Passing jauh lebih akurat dibanding laga-laga sebelumnya. Tapi itu hanya terjadi di satu laga. Selebihnya, tidak ada konsistensi yang nyata," jelasnya.

Baca Juga: Timnas Indonesia Masih Berpeluang Lolos ke Semifinal Piala AFF 2024, Ini 4 Tim yang Masih Mempertahankan Asa di Grup B!

Namun, ia juga menyoroti mentalitas para pemain yang dianggap masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi STY.

Dua kartu merah yang diterima Timnas Indonesia dalam empat laga di turnamen ini menjadi salah satu indikator kurangnya ketenangan dalam bermain.

"Para pemain timnas harus belajar lebih tenang. Dua kartu merah dari empat laga itu terlalu banyak untuk sebuah turnamen," tegas Coach Justin.

Halaman:

Tags

Terkini