olahraga

Erick Thohir Berani Berisiko, Coach Justin Soroti Pengganti STY, Kluivert Minim Pengalaman tapi Harus Kuasai Ruang Ganti

Rabu, 8 Januari 2025 | 17:16 WIB
Potret pengamat sepak bola Indonesia, Justinus Lhaksana atau Coach Justin, yang memberikan pandangan terkait calon pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (Instagram.com/@coachjustinl)

 

Mediapriangan.com - Sosok Shin Tae-yong (STY) resmi diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Keputusan ini memicu diskusi hangat di media sosial.

Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir, menyampaikan alasan pencopotan STY dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 6 Januari 2025, di Jakarta.

Menurut Erick, pemberhentian STY merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan PSSI untuk meningkatkan performa Timnas Indonesia. Erick menyebut pihaknya memerlukan pelatih yang mampu berkomunikasi baik dan menerapkan strategi yang relevan dengan kebutuhan pemain.

Baca Juga: Fabrizio Romano Ungkap Kode Erick Thohir soal Pengganti STY di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Disebut, Kesepakatan Tercapai?

"Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain," ungkap Erick.

Ia juga menekankan pentingnya pelatih yang mampu mengimplementasikan program kepelatihan yang cocok bagi Timnas Indonesia, termasuk untuk pemain Diaspora.

Dari kabar yang beredar, Fabrizio Romano menyebut bahwa PSSI telah mencapai kesepakatan dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, yang akan diumumkan pada 12 Januari 2025.

Baca Juga: Kekecewaan Shin Jae-won terhadap Pemecatan STY, Intip Fakta dan Kontroversi Ketum PSSI Sebelum Erick Thohir

Menanggapi kabar tersebut, Coach Justin mengonfirmasi kredibilitas laporan Fabrizio dan menilai bahwa penunjukan Kluivert menjadi keputusan yang menarik, meski pelatih ini dinilai minim pengalaman.

Kluivert Minim Pengalaman, Bukan Berarti Gagal

Menurut Coach Justin, banyak contoh pelatih yang minim pengalaman tetapi mampu mencapai kesuksesan besar, seperti Pep Guardiola dan Xabi Alonso.

"Soal minim jam terbang, lihat Pep Guardiola, dia dari tim B Barcelona akhirnya 6 trofi. Mourinho awalnya penerjemah di Porto juga bisa juara," ujarnya.

Baca Juga: STY Resmi Dipecat PSSI, Begini Pesan Menyentuhnya untuk Timnas Indonesia di Tengah Perjuangan ke Piala Dunia 2026

Halaman:

Tags

Terkini