olahraga

Kisah Pemecatan Shin Tae-yong oleh PSSI, Kronologi, Etika Kontrak Pelatih Sepak Bola, dan Sorotan Kebijakan FIFA

Kamis, 23 Januari 2025 | 07:32 WIB
Potret Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) dan mantan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan). (Instagram.com/@shintaeyong7777)

Mediapriangan.com - Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Kim Jong-jin, mengungkapkan bahwa Shin Tae-yong (STY) belum menandatangani surat pemutusan kontrak yang diberikan PSSI terkait jabatannya sebagai pelatih Garuda.

Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Kim Jong-jin membeberkan bahwa pada Senin, 6 Januari 2025, manajer Timnas Indonesia, Sumardji, secara langsung mengunjungi kediaman STY untuk menyerahkan surat pemutusan kerja sama tersebut.

Sumardji disebut sebagai perwakilan dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Beberapa jam setelahnya, PSSI secara resmi mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih asal Korea Selatan itu pada pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Shin Tae-yong Pilih Diam Pasca Pemecatan PSSI, Mantan Asisten Ungkap Cerita Pilu hingga Dugaan Belum Tanda Tangani Surat

"Pengumumannya dilakukan pada hari yang sama, 6 Januari 2025, tepat pukul 12.00 WIB," jelas Kim dalam wawancara yang ditayangkan pada Rabu, 22 Januari 2025.

Menurut Kim, selama bekerja dengan STY, ia sering tinggal bersama sang pelatih di apartemen yang sama. Hal ini membuatnya mengetahui dengan jelas momen saat surat tersebut disampaikan.

"Dua setengah jam sebelumnya, manajer Timnas datang ke apartemen membawa surat pemberhentian itu. Semuanya terjadi di hari yang sama," ungkap Kim.

Baca Juga: STY Ungkap Kenangan Manis dan Warisan Akademi Sepak Bola Usia Dini untuk Indonesia Sebelum Kembali ke Korsel

Kronologi Penyerahan Surat Pemecatan PSSI

Kim juga memberikan detail tentang pertemuan di apartemen STY. Ia menirukan perkataan Sumardji saat menyerahkan surat tersebut kepada STY.

"Ini suratnya, tolong ditandatangani. Terima kasih atas pelayanan Anda, dan atas semua kontribusi Anda selama ini," ujar Kim menirukan ucapan Sumardji.

Namun, menurut Kim, STY tidak langsung menandatangani surat tersebut. Ia memilih menunda karena merasa alasan yang tercantum dalam surat tidak cukup jelas.

Baca Juga: Tekuk Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri dan Vanja Bukillic Bawa Red Sparks Perpanjang Rekor Kemenangan Beruntun

"Di dalam surat itu tertulis alasan yang sangat umum, seperti 'Beberapa masalah yang kami pantau inilah keputusan kami (PSSI)'. Tidak ada penjelasan yang detail," ungkapnya.

Halaman:

Tags

Terkini