Hingga saat ini, menurut Kim, STY belum menandatangani surat tersebut.
"Saya yakin, hingga sekarang, Coach Shin Tae-yong belum menandatangani surat pemecatan itu," tegas Kim.
Fokus pada Etika Pemutusan Kontrak di Sepak Bola
Shin Tae-yong saat ini masih berada di Indonesia meski tidak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia dijadwalkan akan kembali ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025.
Dari kejadian ini, mencuat pembahasan terkait etika pemutusan kontrak pelatih dalam sepak bola. Dilansir dari EA Sports Law, pemutusan kontrak pelatih sepak bola biasanya diatur melalui kesepakatan bersama.
Selain itu, hukum nasional dan peraturan FIFA juga menjadi landasan dalam menentukan konsekuensi dari pemutusan kontrak tersebut.
"Konsekuensi pemutusan kontrak pelatih tergantung pada isi kontrak, hukum nasional, dan regulasi FIFA," demikian pernyataan EA Sports Law dalam artikel yang dipublikasikan pada Januari 2021.
Mengapa Etika Pemutusan Kontrak Pelatih Penting?
Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada November 2020 pernah menyatakan bahwa diperlukan reformasi untuk memperkuat posisi pelatih dalam kerangka regulasi sepak bola.
"Pelatih memiliki peran krusial dalam permainan, namun sering kali mereka diabaikan dalam kerangka regulasi sepak bola," ujar Gianni.
Menurut data FIFA, rata-rata masa jabatan pelatih di Eropa hanya berlangsung sekitar 35-69 pertandingan sebelum akhirnya digantikan. Hal ini menyoroti perlunya aturan yang lebih ketat untuk melindungi pelatih dari pemecatan sepihak.
Kompensasi dan Pembayaran Gaji