Set kedua dan ketiga juga berlangsung dramatis. GS Caltex berhasil menyamakan kedudukan dengan kemenangan 27-25 di set kedua.
Namun, di set ketiga, GS Caltex yang sempat unggul 23-16 justru mengalami kemunduran. Silva ditarik keluar saat GS Caltex unggul 24-21, tetapi keputusan ini menjadi bumerang.
AI Peppers mampu mencetak lima poin berturut-turut dan membalikkan keadaan, mengamankan set ketiga dengan skor 24-26.
Silva Berjuang Keras di Set Keempat dan Kelima
Tidak ingin menyerah begitu saja, GS Caltex bangkit di set keempat. Mereka tertinggal 13-17 sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 20-20.
Silva kembali tampil sebagai motor serangan dengan mencetak servis ace dan beberapa poin krusial, termasuk serangan dari lini belakang yang membuat GS Caltex unggul 24-23.
Ia pun melengkapi 50 poin pribadinya dalam pertandingan ini dan membawa timnya menang 25-23, memaksa laga berlanjut ke set kelima.
Di set penentuan, Silva kembali mencetak sejarah dengan mengumpulkan poin ke-52 melalui serangan cepat, mencetak rekor pribadi yang baru.
Silva bahkan sempat membawa GS Caltex unggul 11-10 dengan aksi servis ace yang mengesankan.
Namun, AI Peppers menunjukkan ketahanan luar biasa. Pada kedudukan 12-11, dua serangan balik Silva berhasil diblok, membuat GS Caltex dalam posisi tertekan.
Kesalahan Kim Mi-yeon dalam open out di akhir laga memastikan kemenangan bagi AI Peppers dengan skor 12-15.
Meski kalah, penampilan Silva tetap menjadi sorotan utama. Dengan 55 poin dalam satu laga, ia sekali lagi membuktikan statusnya sebagai salah satu pencetak angka terbaik di liga.***