Namun, perubahan strategi dan hadirnya dua pemain asing andalan, Megawati (Indonesia) dan Vanja Bukilic (Serbia), membuat perannya di Red Sparks bergeser lebih defensif.
Pyo Seung Ju lebih banyak bertugas sebagai penerima bola dan bertahan dibandingkan menyerang.
Tampil Menggila Lawan Hyundai Hillstate
Meski tak lagi menjadi ujung tombak serangan, Pyo Seung Ju tetap menjalankan perannya dengan maksimal.
Saat melawan Hyundai Hillstate, ia membuktikan bahwa dirinya masih bisa menjadi pembeda.
Dalam kemenangan 3-1 yang diraih Red Sparks, ia mencetak 11 poin dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 50%.
Ia juga menyumbangkan 3 poin servis dan 1 blok yang membantu tim mengamankan kemenangan.
Statistiknya dalam pertandingan ini juga cukup stabil dengan efisiensi penerimaan sebesar 27,27% (8/22, 2 kesalahan) dan tanpa satu pun kesalahan individu.
Meski fokus utamanya kini lebih ke pertahanan, kehadirannya tetap vital bagi Red Sparks, terutama dalam mengimbangi agresivitas Hyundai Hillstate.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Red Sparks. Setelah sempat menelan dua kekalahan beruntun dari Heungkuk Pink Spiders.
Red Sparks berhasil bangkit dan kini mengoleksi 50 poin (18 menang, 8 kalah), mendekati Hyundai Hillstate yang ada di posisi kedua dengan 53 poin (17 menang, 9 kalah).
Target realistis Red Sparks kini adalah mengamankan posisi kedua untuk mendapatkan keuntungan kandang di babak playoff.