Kedua pemain sempat kesulitan menembus pertahanan lawan, dengan tingkat keberhasilan serangan di bawah 40% dalam empat set pertama.
Namun, di set kelima, Moma terlihat kelelahan dan hanya mencetak 23 poin dengan akurasi 33,9%.
Sebaliknya, Silva tampil luar biasa dengan torehan 35 poin dan efektivitas serangan mencapai 41,3%.
Kepercayaan penuh yang diberikan pelatih Lee kepada Kwon Min-ji juga membuahkan hasil, meskipun ia hanya mencatat akurasi serangan 30,8%.
"Min-ji memiliki kemampuan blok yang bagus. Saya menempatkannya di depan Moma untuk memberikan tekanan lebih. Setelah tertinggal di set ketiga, kami mencoba variasi serangan, dan itu membuahkan hasil," jelas Lee.
GS Caltex Bangkit dan Siap Hadapi Red Sparks
Setelah awal musim yang sulit, GS Caltex menunjukkan peningkatan signifikan di putaran kedua.
Dengan kemenangan ini, GS Caltex kini mencatat tiga kemenangan dan dua kekalahan di putaran ke-5.
Pelatih Lee juga mengapresiasi perkembangan pemain lain seperti Han Su-jin, yang tampil gemilang sebagai libero di musim pertamanya, serta Oh Se-yeon yang semakin solid sebagai starter reguler.
"Saya sudah sering mengatakan ini, tapi semua ini berkat Silva. Dia adalah pemain dengan ambisi besar dan mental juara. Kami semua sangat mengandalkannya. Dengan satu pertandingan tersisa di babak kelima, saya rasa Silva layak menjadi MVP," puji Lee.
Kini, GS Caltex bersiap menghadapi tantangan berikutnya melawan Red Sparks. Laga ini akan menjadi ujian penting untuk membuktikan konsistensi mereka.
Red Sparks sendiri datang ke laga ini dengan kondisi kurang ideal setelah baru saja kalah dari AI Peppers pada 19 Februari 2025.