Ia bahkan sering muncul dalam berbagai iklan dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi penggemar bola voli Indonesia yang mengikuti Liga Voli Korea.
Kesuksesannya ini membuat banyak spekulasi bermunculan mengenai langkah selanjutnya dalam kariernya.
Belakangan, muncul perbincangan bahwa Mega bisa saja mengikuti draft musim depan sebagai pemain asing umum, bukan lagi sebagai pemain kuota Asia.
Jika ia tetap dalam kuota Asia, gaji maksimalnya akan tetap berada di angka $150.000, sama seperti musim ini.
Namun, jika ia memilih untuk masuk ke dalam draft pemain asing umum, gaji maksimalnya bisa meningkat menjadi $250.000.
Tetap di Korea atau Hijrah ke Liga Lain?
Jika Mega tetap menggunakan kuota Asia, ia memiliki prioritas untuk menandatangani ulang kontrak dengan Red Sparks dan bisa bertahan bersama tim tersebut.
Namun, jika ia memilih jalur pemain asing umum, tujuh tim Liga Voli Korea lainnya juga berkesempatan mendapatkannya melalui sistem pengundian berdasarkan peringkat terbalik.
Sejauh ini, baik pihak Mega maupun agennya masih belum membuat keputusan.
Melansir Naver Sports, Direktur Asosiasi Sepak Bola Korea Jo Yong-chan mengatakan bahwa fokus utama Mega saat ini adalah menyelesaikan musim dan playoff bersama Red Sparks
CEO Vision International, Kim Seong-hoon, yang merupakan agen Mega, juga mengatakan bahwa semua opsi masih terbuka.