Termasuk kemungkinan tetap di Liga Voli Korea atau mencoba peruntungan di liga lain seperti Jepang, Turki, atau kembali ke Indonesia.
"Jika hanya melihat aspek finansial, mengikuti draft pemain asing tentu lebih menguntungkan. Tapi Mega sangat mencintai kehidupan di Korea dan memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan Red Sparks," ujar Kim Seong-hoon, dikutip dari Naver Sports.
Minat dari liga luar negeri terhadap Mega juga semakin meningkat.
Liga Jepang dan Turki dikabarkan tertarik merekrutnya, sementara Indonesia juga mulai memperkuat liganya dengan investasi besar dari perusahaan minyak milik negara.
Yola Yuliana Siap Ikuti Jejak Mega?
Selain Mega, pemain Indonesia lainnya yang mencuri perhatian di Asian Quarter Draft adalah Yola Yuliana, seorang middle blocker berpengalaman yang telah memenangkan lima kali gelar MVP di Liga Indonesia.
Jika Yola berhasil mendapatkan tempat di Liga Voli Korea, ia bisa menjadi bintang berikutnya yang mengikuti jejak kesuksesan Mega.
Untuk saat ini, penggemar voli hanya bisa menunggu keputusan Mega setelah musim berakhir.
Apakah ia akan tetap di Red Sparks, memilih tim baru di liga, atau justru menjajal tantangan di liga luar negeri? Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari "Ratu Voli Indonesia" ini.***