Penampilan Lee Ju-ah semakin menonjol saat mencetak 19 poin dalam pertandingan melawan AI Peppers pada 6 Desember lalu, ketika timnya kehilangan Gyselle Silva karena cedera.
Meskipun waktu bermainnya menurun setelah kembalinya Silva, ia tetap mampu menunjukkan potensinya dalam laga-laga penting.
Dalam pertandingan melawan Red Sparks pada 22 Februari, ia masuk sebagai pemain pengganti dan mulai menunjukkan peningkatan.
Pada laga terakhir musim ini, Lee Ju-ah kembali membuktikan kapasitasnya. Ia dimasukkan pada set pertama saat GS Caltex tertinggal 13-16 melawan AI Peppers, dan sukses mencetak 12 poin yang membantu timnya meraih kemenangan.
Performa tersebut menunjukkan betapa besar perkembangan yang telah ia capai sepanjang musim debutnya.
Saat diwawancarai usai pertandingan, Lee Ju-ah mengungkapkan kebanggaannya atas kesempatan bermain yang ia dapatkan.
"Ini musim pertama saya, tetapi saya merasa sudah bermain lebih sering dari yang saya perkirakan. Saya masih sering gugup, tapi dukungan dari rekan setim sangat membantu saya," ujarnya, dikutip dari Naver Sports.
Meskipun peluangnya untuk memenangkan Penghargaan Pemain Muda musim ini masih terbuka, ia dengan rendah hati mengakui keunggulan Kim Da-eun.
"Awalnya saya merasa kompetitif, tapi sekarang saya justru merasa iri dengan Da-eun. Jika dia menang tahun ini, saya berharap bisa memenangkannya tahun depan," tambahnya.
Dengan hanya tiga pertandingan tersisa di musim ini, Lee Ju-ah sudah mulai memikirkan target musim depan.
Ia ingin meningkatkan kemampuannya dalam menerima bola, yang selama ini dianggapnya sebagai kelemahan.
Bermain satu musim penuh bersama Kim Yeon Kyung di Pink Spiders juga menjadi motivasi besar baginya untuk terus berkembang.