Saat ini, tim-tim peringkat bawah sudah tidak memiliki peluang lolos, membuat persaingan menuju ‘Bola Voli Musim Semi’ (babak playoff) terasa kurang bergairah.
Hyundai Hillstate (20 menang, 14 kalah, 63 poin) dan Red Sparks (22 menang, 12 kalah, 60 poin) kini lebih memilih fokus menjaga stamina pemain ketimbang mengejar poin tambahan.
Sistem playoff Liga Voli Korea 2024-2025 mungkin menjadi alasan mengapa tim-tim seperti Red Sparks dan Hyundai Hillstate memilih bermain dengan ritme lebih santai.
Finis di peringkat kedua memang memberikan keuntungan, tetapi tidak terlalu signifikan karena tim hanya mendapatkan hak bermain kandang di pertandingan pertama dan ketiga dari seri best-of-three.
Jika Red Sparks benar-benar ingin tampil maksimal di playoff, mereka harus menemukan keseimbangan antara menjaga kebugaran pemain dan mempertahankan momentum permainan.
Jika tidak, mereka mungkin akan menghadapi kesulitan ketika menghadapi lawan-lawan yang tetap mempertahankan intensitas tinggi hingga akhir musim reguler.
Keputusan Red Sparks untuk menurunkan pemain lapis kedua tentu mengecewakan para penggemar yang menginginkan pertandingan seru.
Namun, apakah strategi ini akan membuahkan hasil di playoff atau justru menjadi bumerang? Jawabannya akan terungkap di ‘Bola Voli Musim Semi’ nanti.***