Set kedua masih berjalan di bawah kendali Pink Spiders. Meskipun AI Peppers mencoba bangkit dengan beberapa pergantian strategi, mereka tetap kesulitan membendung serangan lawan.
Serangan cepat dari lini depan Pink Spiders, ditambah dengan pertahanan yang solid, membuat mereka kembali menang dengan skor 25-14.
Namun, momentum berubah di set ketiga. AI Peppers mulai menunjukkan perlawanan dengan permainan lebih agresif dari Taylor dan Lee Ye-rim.
Serangan mereka lebih terorganisir, sementara Pink Spiders mulai kehilangan konsistensi.
Dengan memanfaatkan celah di pertahanan lawan, AI Peppers akhirnya merebut set ini dengan skor 25-17.
Set keempat menjadi semakin menegangkan. AI Peppers, yang sudah menemukan ritme permainannya, mampu mengungguli Pink Spiders di awal set.
Namun, lawan tak tinggal diam dan mengejar ketertinggalan hingga skor kembali ketat. Pertandingan berlangsung sengit dengan beberapa reli panjang yang memukau penonton.
Di titik krusial, AI Peppers tampil lebih tenang dan akhirnya berhasil merebut set ini dengan skor 27-25, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Set kelima menjadi puncak drama pertandingan ini. AI Peppers langsung tancap gas dengan serangan cepat, membuat Pink Spiders tertinggal di awal.
Meskipun tim tamu mencoba bangkit, tekanan dari AI Peppers terlalu kuat.
Dukungan penuh dari para suporter di stadion semakin membakar semangat mereka, hingga akhirnya menutup set terakhir dengan kemenangan 15-12.***