Sementara itu, Hyundai Hillstate mendapat dorongan besar dari performa luar biasa Letizia Moma Bassoko, yang mencetak 24 poin di pertandingan kedua.
Selain itu, Jeong Ji-yoon juga tampil solid dengan torehan 11 poin dan empat blok. Peran Jeong Ji-yoon menjadi krusial, terutama dalam aspek penerimaan servis yang sebelumnya menjadi titik lemah timnya.
Penampilan Jeong Ji-yoon pada laga pertama efisiensinya hanya 8,82%, di laga kedua ia mampu meningkatkannya menjadi 22,22%.
Salah satu kunci kemenangan Hyundai Hillstate di laga kedua adalah keberhasilan Hillstate mematikan serangan Megawati Hangestri Pertiwi (Mega) dari Red Sparks.
Blok efektif dari Jeong Ji-yoon membuat Mega kesulitan mencetak poin, dengan tingkat keberhasilan serangan hanya 31,11% dan mencatatkan sembilan kesalahan.
Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, mengakui bahwa strategi utama timnya adalah menahan serangan Mega, dan Hillstate berhasil melakukannya dengan baik.
Sejarah mencatat, dalam 18 seri playoff sebelumnya di Liga Voli Korea, tim yang memenangkan pertandingan pertama selalu lolos ke final dengan persentase 100%.
Namun, Hyundai Hillstate kini berusaha mematahkan tren tersebut dengan menargetkan kemenangan di laga ketiga.
Di sisi lain, Pink Spiders, yang telah lebih dulu memastikan tempat di final sebagai juara musim reguler, kini hanya tinggal menunggu lawan.
Kapten mereka, Kim Yeon Kyung, yang akan pensiun di akhir musim ini, sebelumnya berharap babak playoff berlangsung dalam tiga pertandingan.
Keinginannya itu kini menjadi kenyataan, dan Pink Spiders memiliki keuntungan lebih karena lawannya nanti akan tiba di final dengan energi yang lebih terkuras.
Jika Red Sparks lolos, mereka masih harus menghadapi ketidakpastian soal kondisi Yeom Hye-seon.