Salah satu keputusan krusial dalam pertandingan ini adalah penunjukan Park Hye-min sebagai libero darurat setelah Noh Ran mengalami cedera.
Meski bukan posisi aslinya, Park Hye-min menunjukkan performa solid yang membantu tim meraih kestabilan di tengah tekanan Hyundai Hillstate.
"Kami membutuhkan perubahan, dan karena (Park) Hye-min memiliki kemampuan menerima dan bertahan dengan baik, saya memutuskan untuk memasukkannya sebagai libero. Ia tampil sangat baik, dan saya bersyukur atas kontribusinya," tambah pelatih Ko.
Persiapan Menuju Laga Puncak
Kini, Red Sparks akan menghadapi Pink Spiders dalam seri kejuaraan yang berlangsung dengan format best-of-five, dimulai pada 31 Maret 2025.
Duel ini menjadi sangat dinanti karena mempertemukan dua bintang besar Liga Voli Korea, Kim Yeon Kyung dan Megawati.
Kim Yeon Kyung, yang akan pensiun setelah musim ini, dikenal sebagai legenda voli Korea, sementara Megawati telah mencuri perhatian dengan performanya sebagai pemain asing terbaik dari Asia.
Pertemuan keduanya akan menjadi daya tarik utama bagi penggemar voli di Korea dan Indonesia.
Pelatih Ko Hee-jin menyadari tantangan besar yang menanti timnya di Final Liga Voli Korea musim ini.
"Laga melawan Pink Spiders tidak akan mudah, tetapi saya percaya pada kerja keras para pemain. Kami akan memberikan segalanya untuk membawa pulang trofi kejuaraan," ujarnya.
Dengan semangat juang tinggi dan dukungan penuh dari penggemar, Red Sparks siap menghadapi tantangan terakhir demi mengukir sejarah baru di Liga Voli Korea 2024-2025.
Akankah mereka mampu membawa pulang gelar juara setelah penantian panjang? Semua mata akan tertuju pada laga puncak yang akan menjadi pertarungan penuh gengsi dan emosi.