Namun sorot mata dan tubuhnya yang lunglai setelah servis gagal dan serangan diblok di saat-saat krusial memperlihatkan betapa berat beban yang ia pikul.
Rekan setimnya, Tutku Burku, juga mencatatkan 30 poin dengan efisiensi tinggi. Namun kemenangan masih tak kunjung datang.
Usai kemenangan di game kedua, Kim sempat menyapa para penggemar di Incheon dengan emosional.
Ia mengisyaratkan bahwa itu bisa jadi kali terakhir ia bermain di hadapan fans. Namun, takdir membawanya kembali ke Samsan World Gymnasium untuk pertandingan kelima.
Inilah penentu segalanya, bukan hanya untuk Pink Spiders dan Red Sparks, tapi juga untuk akhir kisah Kim Yeon Kyung.
Akankah “Last Dance” Kim berakhir bahagia atau jadi duka sapuan terbalik yang kedua? Jawabannya akan ditentukan hari ini, Selasa, 8 April 2025 pukul 17.00 WIB, di partai pamungkas Liga Voli Korea 2024-2025.***