Setter Yeom Hye-seon (34) dan libero Nolan (31) juga bermain dalam kondisi terbatas. Tapi mental baja membuat tim ini terus melaju.
Dari sisi statistik, pertempuran ini benar-benar imbang. Pink Spiders mencatat tingkat keberhasilan serangan sebesar 42,15%, sedikit di bawah Red Sparks dengan 42,72%.
Dalam hal pertahanan net, Pink Spiders unggul rata-rata tiga blok per set, sementara Red Sparks menonjol lewat efisiensi penerimaan sebesar 27,32%.
Dua bintang besar bersinar terang dalam seri Liga Voli Putri Korea 2025 ini adalah Kim Yeon Kyung dan Megawati Hangestri.
Keduanya sama-sama tak kenal lelah memimpin tim masing-masing dalam pertarungan yang lebih dari sekadar fisik, ini pertarungan warisan dan semangat.
Pink Spiders tampil rapi dengan pola serangan cepat dan kombinasi terbuka, sementara Red Sparks mengandalkan keberanian Megawati dan Bukilic dalam serangan terbuka yang tajam.
Tak peduli siapa yang keluar sebagai juara malam ini, satu hal sudah pasti: ini adalah akhir dari sebuah era.
Kim Yeon Kyung, sang “ratu voli,” akan menutup kariernya di hadapan penggemarnya sendiri, di Incheon.
Dan Megawati, sebagai generasi penerus, telah menunjukkan bahwa panggung besar kini punya pewaris.
Apakah akhir yang manis akan jadi milik sang legenda? Atau semangat juang Red Sparks akan mengukir sejarah baru?
Kita akan mengetahuinya malam ini, Selasa 8 April 2025, mulai pukul 19.00 Waktu Korea Selatan atau pukul 17.00 WIB.***