Mediapriangan.com - Red Sparks, salah satu tim kuat di Liga Voli Korea 2024-2025, resmi kehilangan dua pemain asing andalannya sekaligus, Megawati Hangestri Pertiwi dan Vanja Bukilic.
Keputusan mengejutkan ini diumumkan hanya berselang beberapa hari sebelum offseason dimulai, meninggalkan lubang besar dalam skuad Red Sparks yang baru saja bangkit setelah 13 tahun paceklik gelar.
Seorang pejabat Red Sparks membenarkan bahwa Megawati telah memilih untuk kembali ke Indonesia. Alasan utamanya bersifat personal: ibunda Megawati sedang sakit dan ia memprioritaskan waktu bersama keluarga.
“Mega dijadwalkan pulang besok. Ia sudah lama tidak bertemu keluarganya dan ingin berada di sisi ibunya,” ujar sang pejabat, dikutip dari Naver Sports.
Meski begitu, Mega dikabarkan akan kembali ke Korea dalam waktu dekat untuk menjalani perawatan lutut.
Sejak bergabung di musim 2023-2024, Megawati menjadi pusat serangan Red Sparks. Statistiknya bukan kaleng-kaleng: 736 poin di musim debut (peringkat 7), dengan tingkat keberhasilan serangan mencapai 43,95% (peringkat 4).
Musim ini, performanya malah naik drastis. Megawati mencetak 802 poin (peringkat 3), dan merajai hampir semua kategori serangan, tertinggi dalam rasio keberhasilan serangan (48,06%), pembukaan (42,82%), selisih waktu (66,67%), hingga tindak lanjut (49,88%).
Tak heran bila popularitasnya meroket, bukan hanya di Korea, tapi terutama di tanah airnya, Indonesia. Megawati menjadi ikon voli putri Indonesia yang paling bersinar di luar negeri.
Namun, kepergian Megawati bukan satu-satunya kabar mengejutkan. Vanja Bukilic, partner Megawati di lapangan, juga memilih jalan berbeda.
Vanja Bukilic mengungkapkan keinginan untuk melanjutkan karier di Eropa musim depan demi menantang level kompetisi yang lebih tinggi.
Bukilic sempat debut bersama Expressway Hi Pass di musim 2023-2024. Kala itu, ia mencetak 935 poin (peringkat 3), dan mencatat efektivitas serangan 41,85%.