Meski sempat tak diperpanjang kontraknya, bakatnya tak luput dari radar Red Sparks. Pelatih kepala tim merekrutnya kembali dan menggesernya dari posisi pemukul berlawanan ke pemukul luar. Perubahan ini ternyata sukses besar.
Meski kurang pengalaman dalam menerima servis, Bukilic menunjukkan adaptasi cepat. Ia bahkan membentuk chemistry apik bersama Megawati, menjadikan keduanya duet asing paling mematikan musim ini.
Berkat kontribusi keduanya, Red Sparks melaju ke final Liga Voli Korea musim 2024-2025, sesuatu yang sudah lama tak dirasakan tim.
Kini, Red Sparks dihadapkan pada pekerjaan rumah besar. Dengan ditinggal dua mesin poin utama, mereka harus memulai dari awal untuk membangun ulang skuad.
Musim 2025-2026 diprediksi akan menjadi momen penting bagi Red Sparks dalam memilih “hasil Draft Kuota Asing,” baru, yang bisa mengisi kekosongan sepeninggal Megawati dan Bukilic.
Akan seperti apa nasib Red Sparks musim depan? Satu hal pasti: kehilangan ini bukan sekadar kehilangan pemain, tapi kehilangan roh tim yang selama dua musim terakhir membakar semangat para penggemar.***