Megawati tampil solid, membantu Gresik mendominasi permainan dan memenangkan set ketiga.
Blok-bloknya yang rapat mematahkan variasi serangan dari duet setter Magda Rasya Az Zahra dan Ersandrina Devega di kubu Electric PLN.
Electric PLN sendiri tampil kurang stabil, terutama di awal laga. Masalah pada receive dan kurang tajamnya serangan menjadi kendala utama.
Meski sempat mencoba mengganti setter utama Dewi Intan Sari dengan Magda, perubahan ini tak banyak mengubah arah pertandingan.
Di set keempat, Electric PLN sempat memimpin, namun servis tajam dari Medi Yoku dan Rika Dwi Latri memaksa pertahanan lawan goyah.
Momentum ini dimanfaatkan Gresik untuk membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan.
Menurut pelatih Jeff, pertahanan solid menjadi senjata utama timnya.
Berkali-kali blok dari para pemain Gresik bukan hanya menggagalkan serangan lawan, tetapi juga berujung pada serangan balik yang menambah pundi poin.
Dengan hasil ini, Gresik Petrokimia mengakhiri musim ProLiga 2025 dengan bangga di posisi ketiga.
Sementara Jakarta Electric PLN harus puas di peringkat keempat setelah gagal mempertahankan konsistensi permainan sepanjang laga.***