Reli panjang dan saling balas poin terjadi, tetapi Pertamina sukses menutup set pertama lewat spike bola cepat dari Asih Titi dan block keras dari Thompson, 26-24.
Masuk ke set kedua, Pertamina mempertahankan Rissa Meiga yang sebelumnya masuk sebagai pengganti Putri Lestari.
Meski Popsivo sempat unggul 16-15, keunggulan itu hanya bertahan sebentar. Permainan disiplin Pertamina dan kesalahan serangan dari pihak Popsivo membuat set kedua kembali dimenangkan Pertamina dengan skor 25-22.
Set ketiga menjadi puncak kejatuhan Popsivo. Mereka tertinggal 4-8 di technical time out pertama dan gagal mengimbangi permainan agresif lawan.
Pertamina mencetak enam angka beruntun hingga unggul jauh 20-12. Popsivo benar-benar kehilangan momentum.
Pertamina menutup set ketiga dengan skor telak 25-16 dan meraih kemenangan sempurna 3-0.
Kemenangan ini menjadi catatan manis bagi pelatih Bulent Karslioglu dan skuad Pertamina Enduro, yang sepanjang musim tampil konsisten dan membuktikan kualitas di laga terpenting.
Di sisi lain, Popsivo harus merelakan mimpinya pupus meski menjadi juara di babak reguler dan final four.
Ironisnya, dari tiga kekalahan Popsivo sepanjang musim, dua di antaranya datang dari tim yang sama—Jakarta Pertamina Enduro, termasuk di laga pamungkas ini.
Pertamina Enduro resmi menjadi ratu voli Proliga 2025. Selamat kepada sang juara baru, dan hingga musim berikutnya, gelar akan tetap berada di tangan mereka.***