Mediapriangan.com - Perombakan skuad Manisa BBSK terus menjadi sorotan jelang musim 2025-2026. Setelah Hilal Barisik dan Betul Taskiran resmi hengkang hanya beberapa hari sebelum Kadinlar 1 Ligi bergulir, fokus kini beralih ke dua pemain lama yang tersisa, Cansu Ayyildiz dan Gulsum Seyda Alp.
Di tengah dominasi wajah-wajah baru, Cansu Ayyildiz dan Gulsum Seyda Alp tetap menjadi sosok lama di tim, namun menghadapi tantangan besar. Pelatih kepala Gorkem Kazan terus memantau latihan dan laga persahabatan sambil merombak hampir seluruh skuad Manisa BBSK.
Cansu Ayyildiz yang berposisi sebagai outside hitter Manisa BBSK, menjadi salah satu pilihan selain Tanja Grosser, Merve Nur Ozturk, dan Gizem Tugrul yang akan bersanding dengan Megawati hangestri. Sedangkan Gulsum Seyda Alp menjabat sebagai libero bersama Melis Demir.
Saat ini, Manisa BBSK memiliki 13 pemain, 11 di antaranya merupakan rekrutan baru, termasuk Megawati Hangestri dari Red Sparks (Korsel) dan Tanja Grosser dari VC Wiesbaden (Jerman). Perubahan besar ini menunjukkan ambisi klub untuk promosi ke Sultanlar Ligi.
Selain itu, Manisa BBSK juga merekrut sejumlah pemain lokal dari klub Kadinlar 1 Ligi maupun Sultanlar Ligi seperti IBB Spor, Aydin BBSK, dan Goztepe SK.
Adaptasi menjadi tantangan utama. Cansu Ayyildiz dan Gulsum Seyda Alp harus menyesuaikan diri dengan sistem latihan baru, pola rotasi, dan membangun chemistry dengan pemain asing.
Bagi Cansu Ayyildiz dan Gulsum Seyda Alp, musim ini lebih dari sekadar performa individu, keduanya harus bersaing ketat dengan pemain baru untuk bertahan di tim.
Jika berhasil beradaptasi, keduanya bisa menjadi figur penting di skuad. Namun kegagalan beradaptasi bisa membuat mereka tersingkir sebelum musim regular bergulir, seperti halnya dengan Betul Taskiran dan Hilal Barisik.
Situasi ini semakin menarik karena kemungkinan Megawati terlambat bergabung. Hal ini membuka peluang bagi Cansu Ayyildiz untuk menambah menit bermain.
Sementara Gulsum Seyda Alp memiliki posisi lebih aman sebagai satu-satunya libero berpasangan dengan Melis Demir, apalagi berbekal pengalaman sebagai mantan outside hitter.