Mediapriangan.com - Nama Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan di dunia voli Indonesia. Namun kali ini bukan karena smes kerasnya yang mematikan, melainkan dua kendala yang tengah membayangi kariernya.
Ya, perhatian pecinta voli Tanah Air kini banyak tertuju pada polemik izin transfer Megawati dari Bank Jatim. Namun di balik itu, ada hal yang lebih krusial: kondisi cedera lututnya yang belum sepenuhnya pulih.
Sejak resmi diumumkan bergabung dengan klub Turki, Manisa BBSK, Megawati Hangestri langsung digadang-gadang bakal menjadi andalan baru di Liga 1 Voli Turki musim 2025-2026.
Harapan penggemar voli Tanah Air semakin besar setelah Megawati sempat turun di beberapa laga pramusim bersama tim barunya, bahkan menyumbangkan beberapa poin penting.
Namun kenyataan berkata lain. PBVSI dalam pengumuman resminya hanya menyebut tiga nama pemain Indonesia yang sudah mengantongi International Transfer Certificate (ITC).
Rivan Nurmulki, Farhan Halim, dan Agil Angga Anggara sudah mengantongi ITC, sementara nama Megawati Hangestri justru belum masuk daftar.
“Disetujui: Agil, Rivan, Farhan. Dalam Proses: Megawati – masih menunggu persetujuan dari klub asal, Bank Jatim,” tulis PBVSI, Sabtu (27/9). Hingga kini, PBVSI masih menunggu jawaban resmi dari pihak Bank Jatim.
Sementara itu, Bank Jatim sendiri tengah bersaing di Livoli Divisi Utama 2025 dan berhasil melaju ke babak final four. Kehadiran Megawati di tim dipandang krusial, meski banyak penggemar menilai klub terlalu lama menahan keputusan.
Beberapa pihak berasumsi bahwa Bank Jatim ingin memaksimalkan status Megawati sebagai aset berharga, terlebih ia juga merupakan karyawan aktif di bank tersebut.
Di luar urusan administrasi, kondisi fisik Megawati juga menjadi perhatian serius. Sejak pulang dari Liga Voli Korea musim lalu, Mega mengalami cedera lutut yang membuatnya harus menjalani terapi intensif.
Meski berangsur membaik, ia belum sepenuhnya fit. Bahkan dalam laga pramusim Manisa BBSK, pelatih Gorkem Kazan hanya menurunkan Mega satu set untuk menghindari risiko cedera kambuh.