olahraga

202 Pecatur Ramaikan Turnamen Catur Merah Putih di Depok, Perebutkan Piala Prof. Achmad Tjachja Nugraha

Senin, 6 Oktober 2025 | 09:34 WIB
Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, tokoh nasional sekaligus Asisten II Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional RI, usai membuka Turnamen Catur Merah Putih. (D. Farhan Kamil)

 

Mediapriangan.com - Sebanyak 202 pecatur dari berbagai penjuru Jawa Barat, unjuk strategi dan kepiawaian dalam Turnamen Catur Merah Putih yang digelar di Kota Depok, Minggu, 5 Oktober 2025.

Para peserta dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, pelajar, hingga pecatur senior, beradu kecerdasan demi memperebutkan Piala Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha, tokoh nasional sekaligus Asisten II Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional RI.

Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menjadi panggung kebersamaan dan ruang eksplorasi potensi generasi muda melalui olahraga berpikir, yakni catur.

Baca Juga: Surabaya Bank Jatim Siap Rebut Gelar Juara Livoli 2025, Megawati Hangestri Jadi Kunci di Babak Final Four Magetan

“Partisipasi kita sebagai anak bangsa di Depok ini, adalah untuk menginisiasi kebersamaan lewat olahraga. Banyak potensi yang belum tergali, terutama dari kalangan catur junior,” ujar Prof Tjachja dalam sambutannya saat membuka acara.

Ia menekankan bahwa catur bukan hanya adu strategi semata, tetapi juga alat pembentuk karakter, kecerdasan, dan kedisiplinan bangsa. Ke depan, pihaknya berencana menyelenggarakan turnamen khusus kategori junior sebagai bentuk pembinaan lebih serius bagi generasi penerus.

“Kita akan dorong turnamen khusus catur junior. Harapannya, olahraga seperti ini bisa menggugah semangat, kecerdasan, dan keilmuan anak bangsa,” lanjut Prof Tjachja dengan optimis.

Baca Juga: 5 Fakta di Balik Kecelakaan Marc Marquez di MotoGP Mandalika, Cedera Lama Kambuh hingga Kutukan Gagal Finis

Ia menambahkan, melalui Turnamen Catur Merah Putih, nilai-nilai seperti sportivitas, kecerdasan, keimanan, dan persaudaraan dikemas dalam satu ajang prestisius.

Prof. Tjachja pun berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan terus melahirkan pecatur-pecatur muda berbakat dari berbagai pelosok daerah.

“Melihat antusiasme luar biasa ini, saya optimistis turnamen seperti ini layak menjadi agenda rutin. Catur adalah cara untuk menggali potensi kecerdasan bangsa,” tutup Prof. Tjachja.

Baca Juga: Final Four Livoli Divisi Utama 2025, Persaingan Ketat Lavani, Bank Jatim, dan Petrokimia Menuju Grand Final

Ketua Panitia, Hartono menyebutkan, tak hanya berbicara soal persaingan di papan catur, turnamen ini juga menciptakan ruang silaturahmi antarpecatur lintas daerah.

Halaman:

Tags

Terkini