Mediapriangan.com - Sosok Arimbi Syifana Andayani kini jadi buah bibir di dunia voli Indonesia. Dalam suasana panas Final Four Livoli Divisi Utama 2025, kehadiran pevoli 13 tahun asal Semarang ini menghadirkan kisah dramatis layaknya dongeng.
Seusai Arimbi Syifana Andayani tampil dalam laga Rajawali O2C kontra PBV TNI AU, Jumat (10/10/2025) malam WIB. Julukan 'bisa terbang' pun melekat padanya karena aksinya yang lincah dan tinggi saat melompat.
Meski timnya kalah 0-3, permainan Arimbi Syifana Andayani menjadi sorotan. Ia mencatat enam poin penting dan memperlihatkan teknik blocking dan serangan yang matang untuk usianya yang sangat muda.
Rajawali O2C besutan Octavian, mantan pelatih timnas voli putri Indonesia, tampak percaya diri memberi panggung kepada talenta muda tersebut.
Posisi opposite yang ia mainkan pun bukan sembarang posisi. Di level profesional, posisi ini biasanya diisi pemain berpengalaman. Bahkan, Megawati Hangestri Pertiwi saja tidak langsung bermain di opposite pada awal kariernya.
“Tentunya seneng, ada juga rasa gugup sedikit karena lawannya lebih senior,” terang Arimbi Syifana Andayani dalam wawancara pascalaga live Vidio.
Baca Juga: Petrokimia Lumat Bank Jatim 3-0! Tiket Grand Final di Genggaman, TNI AU Electric Siap Duel Penentuan
Perjalanan Arimbi bergabung dengan Rajawali O2C pun cukup dramatis. Awalnya ia hanya ikut latihan bersama senior tanpa tahu itu merupakan ajang seleksi Final Four.
“Pertamanya tiba-tiba waktu latihan disuruh latihan bareng kakak-kakak, ternyata itu lagi seleksi,” ujar Arimbi polos.
Bakatnya tak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang ayah yang memperkenalkannya pada voli sejak kecil. Kini, ia mengidolakan Megawati Hangestri, opposite terbaik Indonesia saat ini. “Kak Megawati, karena mainnya bagus banget,” ucapnya.
Dalam dunia voli, opposite adalah posisi dengan tekanan tinggi, dituntut menjadi mesin poin dan memiliki refleks cepat. Arimbi, dengan segala keberaniannya, menjadi fenomena langka: pemain muda yang sejak awal menempati posisi tersebut.