Dalam unggahan tersebut, Jeje membagikan potongan video kebersamaannya dengan STY sambil menulis, “Tidak ada yang tahu apa yang aku rasakan, tidak ada yang tahu sesakit apa yang lagi aku tahan.”
Tak hanya Jeje, bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, juga menunjukkan rasa hormat dan terima kasihnya lewat Instagram pribadinya @justinhubner5 pada 7 Januari 2025.
“Bangga dengan segala pencapaian kita bersama, karena Anda membawaku ke level lebih tinggi,” tulis Hubner. Ia menambahkan, “Kamu adalah pejuang dan pemenang sejati sama sepertiku, terima kasih coach.”
Tangisan Fans Kecil dan Dukungan Publik
Momen perpisahan STY juga meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar cilik Timnas Indonesia. Salah satu video yang viral di TikTok memperlihatkan bocah laki-laki menangis sambil berkata, “Tidak mau, maunya Shin Tae-yong,” saat melihat wajah sang pelatih di layar ponsel.
Ibunya mencoba menenangkan, namun sang anak terus menangis — simbol betapa besarnya pengaruh pelatih asal Korea Selatan itu di hati masyarakat Indonesia.
Tak hanya anak-anak, para penggemar dewasa pun turut meluapkan rasa rindu. Dalam unggahan akun @folksy_football pada Januari 2025, seorang wanita menulis, “Please, kembalikan Shin Tae-yong.” Ia mengaku menangis sejak pagi dan terbawa suasana hingga di tempat kerja.
Kenangan yang Tak Akan Hilang
Kini, meski PSSI telah menutup pintu bagi kemungkinan kembalinya STY, kenangan akan sosoknya tetap hidup di benak masyarakat. Di bawah arahannya, Timnas Indonesia sempat menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi permainan maupun mental juang.
Shin Tae-yong bukan hanya meninggalkan catatan prestasi, tetapi juga menanamkan semangat disiplin dan kebersamaan yang membuat banyak orang merasa menjadi bagian dari perjalanan Garuda.
Bagi publik sepak bola Tanah Air, STY bukan sekadar pelatih — ia adalah simbol perubahan, dedikasi, dan harapan yang tak mudah dilupakan.***