2. Geofany Eka Cahyaningtyas
Middle Blocker berusia muda ini menghadapi persaingan ketat dengan Maradanti Namira, Chelsa Nurtomo Berliana, dan Rika Dwi Latri.
Performa yang belum konsisten membuatnya berada dalam posisi rawan dicoret oleh PBVSI sebelum finalisasi Timnas Voli Putri Indonesia.
3. Ajeng Nur Cahaya
Di posisi setter, dua nama senior yakni Arneta Putri dan Yolana Betha masih menjadi pilihan utama.
Ajeng, meski tampil baik bersama Gresik Petrokimia dan di ajang U21, tetap menghadapi jalan yang sulit untuk menembus 14 pemain yang dibawa ke SEA Games 2025.
4. Khansa Putri Yansi Ganeshtri
Sebagai Opposite, Khansa harus bersaing dengan Megawati, Syelomitha, dan Junaida Santi. Jika pelatih memilih menambah kuota Outside Hitter, Khansa berpeluang besar menjadi salah satu dari empat pemain yang tidak dibawa ke Bangkok Thailand.
Seiring berjalannya pemusatan latihan Medan, PBVSI menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan berdasarkan performa serta kebutuhan taktis tim.
Dengan kepadatan kualitas pemain, pembentukan skuad final Timnas Voli Putri Indonesia untuk SEA Games 2025 dipastikan menjadi tantangan tersendiri.
Keputusan akhir 14 pemain diperkirakan dirilis dalam waktu dekat, bertepatan dengan persiapan keberangkatan tim ke Bangkok Thailand.***