Mediapriangan.com - Pertandingan bola voli putri pada SEA Games 2025 kembali menyajikan laga penting bagi Timnas Indonesia. Pada Kamis, 11 Desember 2025, skuad Merah Putih dijadwalkan menghadapi Myanmar dalam lanjutan Grup B, sebuah duel yang akan menentukan langkah berikutnya.
Momen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Megawati Hangestri Pertiwi untuk memimpin tim melanjutkan performa impresif usai menang straight set atas Malaysia di Huamark Indoor Stadium, Bangkok, Rabu (10/12/2025).
Jadwal pertandingan bola voli putri SEA Games 2025 hari ini menempatkan Indonesia di laga kedua. Malaysia menghadapi Vietnam pada pukul 12.30 WIB, disusul Indonesia kontra Myanmar pukul 15.00 WIB, dan duel seru Filipina melawan Thailand pada 17.30 WIB.
Dalam persiapan menuju laga penting ini, Megawati Hangestri memberikan pandangannya mengenai peta persaingan bola voli putri di Asia Tenggara.
Meskipun Indonesia berpeluang maju ke fase selanjutnya, ia tetap menegaskan bahwa dominasi Thailand masih menjadi tantangan terberat bagi semua peserta SEA Games 2025.
“Thailand itu paling bagus di Asia Tenggara. Suatu kebanggaan bisa bermain melawan mereka. Kalau bicara emas, sejujurnya masih jauh. Peringkat dua atau tiga saja sudah bagus, tapi nanti kita lihat saja bagaimana hasil akhirnya,” ujar Megawati di Bangkok pada Selasa.
Performa Thailand dalam sejarah SEA Games 2025 memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejak 1977, Negeri Gajah Putih telah mengoleksi 16 medali emas, termasuk 14 kali beruntun sejak 1989 hingga 2023. Dominasi panjang inilah yang membuat tim Indonesia harus menyusun langkah dengan hati-hati.
Indonesia sendiri terakhir kali meraih emas bola voli putri pada 1983 di Singapura. Dalam tiga edisi terakhir (2019, 2021, dan 2023), Tim Merah Putih selalu meraih medali perunggu setelah menundukkan Filipina dalam perebutan tempat ketiga.
Kini, di SEA Games 2025, Megawati Hangestri dan rekan satu tim berupaya membuka peluang lebih besar meski tantangan dari Thailand dan tim-tim lain cukup ketat.
Di edisi kali ini, Indonesia berada di Grup B bersama Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. Pelatih Marcos Sugiyama menyiapkan komposisi ideal yang memadukan pemain senior dan muda.